|
PERANCANGAN SISTEM MIKROKONTROLER BERBASIS ATMEGA32 UNTUK MINI FACTORY PENYAMAK KULIT KELINCI
Zulkarnaen, Ir. Nanang Sulistiyanto, M.T., Akhmad Zainuri, ST., MT.
Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Jalan M.T Haryono No.167 Malang 65145 Indonesia
Email : zulkarnaenizul92@gmail.com
|
Penyamakan
kulit-bulu kelinci dalam jumlah terbatas dilakukan secara tradisional, sehingga diperlukan alat instrumentasi yang sesuai untuk skala kecil sehingga memberikan
kemudahan bagi peternak untuk melakukan penyamakan kulit dan bulu kelinci. Diperlukan desain alat instrumentasi penyamak kulit yang efisien untuk mempercepat dan mempermudah proses penyamakan kulit kelinci serta memudahkan kerja para
peternak untuk mengolah limbah kulit kelinci sehingga memiliki nilai
ekonomis. Alat ini menggunakan mikroprosesor ATmega32 dengan diberikannya 2
mode menu yaitu, mode “Menu Pilih” dan “Manual”. Mode menu pilih digunakan
berdasarkan proses-proses penyamakan yang telah ada, mode menu pilih digunakan user untuk berapa lama motor akan
diputar. Dibuat dengan kontrol embedded system dengan menggunakan ATMega32 menggunakan push button dan keypad sebagai masukan data dan navigasi antarmuka antara alat dan user. Arus masukan driver relay bernilai di atas 0,958 mA sesuai dengan perhitungan
untuk mengaktifkan transistor dalam keadaan saturasi. Pembuatan
perangkat lunak sebagai pemroses data dari alat instrumentasi telah berjalan
sesuai dengan apa yang diharapkan. Terdapat delay
waktu dalam menjalankan alat instrumentasi penyamakan kulit. Saat menjalankan
di atas 60 menit maka alat instrumentasi memiliki rata rata waktu delay 3
menit, saat menjalankan di bawah 60 menit rata rata waktu delay 1 menit.
Kata Kunci— Kulit Kelinci, Penyamak, Otomatisasi penyamak kulit.
I.
PENDAHULUAN
Peternakan kelinci merupakan suatu
alternatif peternakan yang mampu menghasilkan sumber protein hewani yang bisa
turut serta dalam pemenuhan protein hewani masyarakat. Pengembangan peternakan
kelinci secara nasional telah dimulai sejak pemerintah mengeluarkan INPRES No.
20 tahun 1979. Menurut Balai Penelitian Ternak, budidaya kelinci memiliki
banyak keunggulan, salah satunya
yaitu kelinci cepat berkembang biak, dalam satu kali
kelahiran mencapai 6-8 ekor anak kelinci dengan masa bunting hanya sekitar 30
hari dan bisa dikawinkan satu bulan setelahnya [1].
Ternak kelinci mampu berfungsi ganda yaitu sebagai penghasil daging
dan bulu.
Pada kelinci penghasil daging kulitnya belum dimanfaatkan secara maksimal
karena merupakan limbah pengolahan ternak kelinci dan tidak
mempunyai nilai jual. Kulit kelinci hanya dibuang atau
dijadikan sebagai pakan ikan lele. Pada dasarnya kulit kelinci tersebut dapat
digunakan sebagai barang kerajinan kulit maupun sepatu baik sebagai aksesori
sepatu maupun sebagai bahan pembuatan kerajinan. [2].
Untuk memenuhi
kebutuhan proses diperlukan desain alat instrumentasi penyamak kulit
yang efisien untuk mempermudah proses penyamakan kulit kelinci [3].
Alat instrumentasi ini memudahkan pengadukan
kulit dan bahan kimia. Dari penjelasan ini maka minimum
sistem untuk menggerakkan motor pada alat ini menggunakan mikrokontroler
ATMega32. Dari sistem ini dibutuhkan pula sebuah rangkaian untuk menggerakkan
motor mesin penyamakan karena mikrokontroler tidak melakukan perintah langsung
terhadap motor mesin penyamakan.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Penyamakan Kulit
Kulit samak adalah kulit hewan atau ternak
yang telah diubah secara kimia melalui beberapa proses panjang guna
menghasilkan bahan yang kuat, lentur, dan tahan terhadap pembusukan. Penyamakan
adalah proses konversi protein kulit mentah menjadi kulit samak yang stabil,
tidak mudah membusuk, dan cocok untuk ragam kegunaan [2]. Seni atau teknik
dalam mengubah kulit mentah menjadi kulit samak disebut penyamakan [2].
B.
Embeded Sistem
Embeded
System adalah suatu sistem / program yang sengaja
dirancang untuk melakukan tugas yang sangat spesifik. Sehingga, karena tugas
yang dilakukannya sangat spesifik dan berulang – ulang, tidak dibutuhkan
kekuatan prosesor yang sangat tinggi. Dan hal ini akan sangat menghemat biaya
produksi [4].
Embedded system biasanya merupakan bagian dari piranti yang lebih besar. Contoh
piranti yang menganut tentang embedded
system adalah mobile phone, pager,
MP3 player, DVD player, kamera dll [5].
Salah satu mikrokontroler yang banyak
digunakan saat ini yaitu mikrokontroler AVR. Keunggulan mikrokontroler AVR
yaitu AVR memiliki kecepatan eksekusi program yang lebih cepat karena sebagian
besar instruksi dieksekusi dalam siklus 1 clock,
lebih cepat dibandingkan dengan mikrokontroler MCS51 yang memiliki arsitektur
CISC (Complex Instruction Set Compute).
Salah satu IC mikrokontroler yang sering digunakan adalah ATMega32 [6]. Layout
Mikrokontroler ATMega32 ditunjukkan dalam Gambar 1
Gambar 1. Pin layout mikrokontroler ATMega32
LCD (Lyquid Crystal Display) merupakan suatu modul tampilan yang dipergunakan
untuk menampilkan informasi dalam suatu modul elektronik. LCD yang
digunakan mempunyai keunggulan antara
lain adanya panel pengatur kekontrasan cahaya tampilan LCD. Blok diagram LCD dan
bentuk fisik LCD ditunjukkan dalam Gambar 2 dan Gambar 3 [7].
Gambar 2. Blog Diagram LCD
Gambar 3 Modul LCD karakter 4x20
E.
Driver Relay
Untuk
mengaktif/non aktifkan motor AC diperlukan sebuah rangkaian. Karena pada alat
ini motor mendapatkan perintah langsung dari mikrokontroler, namun
mikrokontroler tidak dapat mengirim tegangan masukan ke motor AC karena motor
membutuhkan switching saklar on/off.
Relay
adalah saklar elektronik yang dikendalikan oleh rangkaian listrik lainnya. Pada
relay terdapat dua jenis saklar, yaitu
saklar NC (normally close) dan saklar
NO (normally open) [8]. Gambar 4
merupakan skematik dari relay. AC. Alat ini menggunakan beban sebesar
2,36 A, maka pada alat ini menggunakan relay bernilai 5 A.
Gambar 4. Relay
III.
PERANCANGAN
DAN PEMBUATAN ALAT
Spesifikasi alat
secara global ditetapkan terlebih dahulu sebagai acuan dalam perancangan
selanjutnya. Spesifikasi alat yang direncanakan yaitu:
1.
Mode yang digunakan pada alat ini yaitu
menu pilih dan manual.
2.
Kulit yang digunakan adalah kulit
kelinci setelah dikuliti.
3.
Input yang digunakan melalui media keypad dan push button.
4.
Driver yang digunakan menggunakan
transistor BD139 sebagai switching tegangan
yang digunakan untuk ON/OFF motor AC.
5.
Rangkaian Driver AC mempunyai rentang keluaran 4,8 V-5 V DC.
6.
Pusat pengendali sistem adalah
Mikrokontroler ATMega32.
Berdasarkan spesifikasi yang dibutuhkan,
dibuatlah perancangan sistem perancangan
perangkat keras. Gambar 5 menunjukan perancangan sistem
perangkat keras dalam perancangan
alat penyamakan kulit kelinci berbasis ATMega32.
Gambar
5. Diagram blok sistem instrumentasi mesin penyamak
A.
Sistem Mikrokontroler
Perancangan ini merupakan
perancangan inti dari alat instrumentasi penyamakan kulit kelinci. Sistem ini
menggunakan mikrokontroler ATMega32. Mikrokontroler ini memiliki 4 port, pada
perancangan ini port A mikrokontroller dihubungkan pada keypad, port B dihubungkan
pada LCD, port C0 dihubungkan pada tombol start,
port C1 dihubungkan pada C1 dihubungkan pada tombol stop, port C2 dihubungkan pada tombol darurat, port D5 dihubungkan
pada LED indikator running, port D6
dihubungkan pada LED indikator stop,
dan port D7 dihubungkan pada driver relay.
Selain mikrokontroler dihubungkan pada port-port tersebut Vcc mikrokontroler
dihubungkan pada keluaran dari regulator berupa tegangan 5 V DC [9]. Skematik sistem mikrokontroler dijelaskan pada Gambar 6
Gambar
6. Skematik sistem mikrokontroler
B.
Rangkaian Driver Motor
AC
Dalam menentukan nilai resistor dalam rangkaian driver relay terdapat perhitungan untuk
menentukannya. Untuk menghitung nilai resistor (Rb) harus diketahui
nilai hfe, Rrelay dan Vce Saturasi [10]. Nilai nilai ini didapatkan pada datasheet masing masing komponen yaitu
hfe=100, Rrelay=360 Ω, Vce Sat=0,5 V, dan Vbe = 1 [11]. Terlihat pada Gambar 7 bahwa
ada 2 loop pada rangkaian. Didapatkan persamaan pada loop pertama adalah Vs
dikurangi Ic dikalikan Rrelay dikurangi Vsat sama dengan nol. Nilai Vs disini
sebesar 12 V, Rrelay 360 Ω, dan nilai dari Vsat adalah 0,5 V. maka dari
persamaan ini didapatkan Ic sebesar 0,03194 A. kemudian Ic dikalikan 3 karena
digunakan untuk memastikan agar transistor berada pada keadaan cut off / saturasi, jadi Ic bernilai
0,09583 A. kemudian dari loop kedua didapaatkan persamaan Vb dikurangi Ib
dikali Rb dikurangi Vbe sama dengan nol. Untuk mendapatkan nilai Ib adalah
dengan cara membagi Ic dengan hfe. Didapatkan nilai Ib sebesar 0,00095 A.
Kembali pada persamaan nilai Vb sebesar 5 V, Ib sebesar 0,00095 A, dan Vbe
bernilai 1 V. dari nilai nilai persamaan ini didapatkan nilai Rb sebesar
4210,52 Ω. Atau sebesar 42K. Diode
disini berfungsi sebagai
membuang ke sumber karena beban relay induktif. Ketika off kemudian on akan
mengakibatkan spike voltage yang
berbahaya bagi transistor. Gambar 7 merupakan skematik rangkaian driver relay.
Gambar 7. Skematik
rangkaiam driver relay
C. Rangkaian
LCD Penampil
Rangkaian penampil LCD digunakan untuk menampilkan karakter angka, huruf
dan berbagai tanda baca. Rangkaian penampil LCD terdiri atas modul LCD 20X4 karakter dan sebuah resistor variabel untuk mengatur kontras tampilan LCD.
LCD
memiliki 16 pin. Pada perancangan ini pin 1 dihubungkan pada Vr, pin 2,3 dan 15
dihubungkan pada Gnd. Pin 4 (RS) dihubungkan pada PB0, pin 5 (RW) dihubungkan
pada PB1, pin 6 (E) dihubungkan pada PB2, pin 11 (D4) dihubungkan pada PB4, pin
12 (D5) dihubungkan pada PB5, pin 13 (D6) dihubungkan pada PB6, pin 14 (D7)
dihubungkan pada PB7. Rangkaian penampil LCD ditunjukkan dalam Gambar
8.
Gambar 8. Skematik rangkaian LCD penampil
D. Perancangan
Push Button dan Keypad
Push
button dan Keypad digunakan
sebagai masukan data pada alat. Push
button digunakan sebagai tombol stop.
Push button dihubungkan pada PC4 dan
pin lainnya dihubungkan pada Gnd. LED pada perancangan ini digunakan sebagai indicator LED merah menandakan bahwa
proses sedang berlangsung dan LED berwarna hijau menandakan bahwa proses telah
berhenti atau mesin sedang standby.
LED diberi resistor sebesar 330 Ω. Dan perancangan pada keypad yang memiliki 7 pin dihubungkan pada port A. Perancangan push button dan keypad dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9. Perancangan
push button dan keypad.
E.
Perancangan Perangkat Lunak
1.
Perancangan program utama
Perancangan program utama ini dilakukan
agar mikrokontroler dapat mengetahui mode apa yang dikehendaki oleh user. Setelah mikrokontroler mengetahui
mode yang dikehendaki oleh user mikrokontroler akan melakukan pembacaan program
yang telah tertulis pada tiap-tiap mode.setelah melakukan inisialisasi user telah memilih salah satu mode
mikrokontroler akan melaksanakan program sesuai dengan mode yang dipilih.
Setelah mikrokontroler melaksanakan program maka mikrokontroler kembali pada
tampilan awal yang berupa pemilihan mode yang terdapat pada sistem. Gambar 10
adalah flowchart sistem keseluruhan.
Gambar 10. Flowchart Utama.
2. Perancangan sub-rutin Menu Pilih
Perancangan ini dilakukan agar
mikrokontroler dapat membaca mode yang
terpilih dan kemudian menjalankan program proses penyamakan kulit. Berdasarkan
diagram alir sub rutin menu pilih, proses 1 adalah pencucian, proses 2 adalah
perendaman, proses 3 adalah penguatan bulu I, II, dan III, proses 4 adalah
pengasaman I, II, dan III, proses 5 adalah tanning
I, proses 6 adalah pencucian, proses 7 adalah tanning II, proses 8 netralisasi, proses 9 peminyakan. Setelah
melakukan inisialisasi kemudian user
memilih proses apa yang dikehendaki. Saat user
menekan tombol stop maka program yang sedang berjalan saat itu berhenti dan
kembali pada mode menu pilih dan saat user
menekan tombol emergency maka program
akan kembali pada tampilan menu awal. Setelah proses penyamakan kulit kelinci
telah dilaksanakan maka program akan kembali pada tampilan pilih mode. Diagram
alir sub rutin perintah penyamakan mode menu pilih ditunjukkan dalam Gambar 11.
Gambar
11. Diagram alir program sub-rutin menu pilih
3. Perancangan
sub-rutin Manual
Berdasarkan diagram alir sub rutin
manuale, mikrokontroler akan melaksanakan program sesuai dengan masukan angka
yang dilakukan oleh user melalui keypad, dan kemudian mikrokontroler akan
melaksanakan lama pemutaran motor sesuai yang diinginkan oler user. Setelah motor diputar sesuai yang
diinginkan maka program akan kembali ke pilih menu utama menunggu perintah yang
diberikan oler user. Jika tombol stop
ditekan maka program akan kembali pada menu sub rutin manual dan jika saat
proses sedang berlangsung user
menekan tombol emergency maka program akan kembali pada menu utama. Diagram
alir sub rutin perintah penyamakan mode menu pilih ditunjukkan dalam Gambar 12.
Gambar
12. Diagram alir program sub-rutin manual
IV.
PENGUJIAN
DAN ANALISIS
Pengujian dilakukan untuk mengetahui
apakah sistem dapat bekerja sesuai dengan perancangan.
A. Pengujian
LCD 20x4 Karakter
Tujuan dari pengujian LCD
ini adalah untuk mengetahui bahwa LCD bekerja dengan baik. Pengujian ini
dilakukan dengan cara menuliskan komposisi string
yang akan ditampilkan pada LCD penampil 20x4 karakter. String yang dikirimkan adalah ”Test LCD”. Gambar 13 menunjukkan
hasil dari pengujian LCD
Gambar 13.
Hasil pengujian LCD.
B. Pengujian Keypad dan Push Button
Pengujian keypad
dan push button untuk mengetahui
bahwa keypad dan push button mengirim perintah pada mikrokontroller sehingga
mikrokontroler dapat mengolah data apa yang telah diberikan. Pengujian
dilakukan dengan menekan tombol-tombol angka dilanjutkan dengan menekan tombol
huruf dan dan kemudian menekan simbol *, #. Setelah menekan tombol tombol yang
ada pada keypad dilihat keluaran yang tertera pada LCD apakah sudah sesuai
dengan tombol tombol yang tertekan. Hasil pengujian yang tertera pada Gambar 14
dan 15 dapat disimpulkan bahwa keypad
dan push button bekerja dengan baik.
C. Pengujian
Driver relay
Tujuan pengujian ini dilakukan agar dapat mengetahui
bahwa rangkaian yang telah dirancang sebagai driver relay dapat berjalan dengan baik dan mengetahui tegangan
krisis dari driver relay. Langkah
pengujian pertama memberikan catu daya pada masukan driver relay sebesar 5 V DC sebagai tegangan yang dihasilkan dari
mikrokontroler. Dan memberikan catu daya pada relay sebesar 12 V DC sebagai sumber masukan. Setelah sumber
tegangan terpenuhi dilanjutkan dengan mengukur arus pada Ib, relay mengalami kontak saklar, apakah
LED menyala atau tidak, dan mengukur tegangan keluaran pada kontak relay.
Hasil pengujian dan analisis dijelaskan pada Tabel 1 Hasil pengujian driver relay
menunjukkan bahwa saat driver relay
akan berkerja saat arus base memenuhi
nilai di atas 0,958 mA sesuai dengan perhitungan. Vout driver
akan mengeluarkan tegangan sebesar 220V AC saat relay mengalami switching. Dari pengujian ini dapat
disimpulkan bahwa driver relay
bekerja dengan baik.
Tabel 1. Hasil Pengujian Motor DC Servo
|
Tegangan (Vin)
|
Ib
|
On/Off
|
LED
|
Vout Motor
|
|
0
|
0
|
Off
|
0
|
0
|
|
0,5
|
0.0001115
|
Off
|
0
|
0
|
|
1
|
0.0002229
|
Off
|
0
|
0
|
|
1.5
|
0.0003344
|
Off
|
0
|
0
|
|
2
|
0.0004458
|
Off
|
0
|
0
|
|
2,5
|
0.0005573
|
Off
|
0
|
0
|
|
3
|
0.0006687
|
Off
|
0
|
0
|
|
3,5
|
0.0007802
|
Off
|
0
|
0
|
|
4
|
0.0008917
|
Off
|
0
|
0
|
|
4,5
|
0.0010031
|
On
|
1
|
220V
|
|
5
|
0.0011146
|
On
|
1
|
220V
|
D.
Pengujian program
Pengujian program dilakukan menggunakan
perangkat lunak ISIS Proteus 7 untuk mengsimulasikan program yang telah dibuat.
Dari Simulasi ini didapatkan data yang ditampilkan pada Tabel. Pada setiap
proses pada menu pilih program berjalan sesuai waktu yang dibutuhkan. Namun
pada proses tanning I terdapat delay 1 menit. Saat menjalankan menu manual
pengujian 120 menit pun terdapat delay sebesar 1 menit. Secara keseluruhan
program berjalan dengan baik namun ada tunda waktu yang terjadi pada saat
menjalankan program. Data pengujian simulasi ditampilkan pada Tabel 2 dan 3.
|
Proses
|
Proses Penyamakan (menit)
|
Hasil Pengujian (menit)
|
|
Pencucian
|
15
|
15
|
|
Perendaman
|
60
|
60
|
|
Penguatan Bulu I
|
90
|
90
|
|
Penguatan Bulu II
|
30
|
30
|
|
Penguatan Bulu III
|
10
|
10
|
|
Pengasaman Bulu I
|
10
|
10
|
|
Pengasaman Bulu II
|
10
|
10
|
|
Pengasaman Bulu III
|
10
|
10
|
|
Tanning I
|
120
|
121
|
|
Pencucian
|
20
|
20
|
|
Tanning II
|
30
|
30
|
|
Netralisasi
|
20
|
20
|
|
Peminyakan
|
90
|
90
|
|
Lama
waktu yang diinginkan (menit)
|
Hasil
Pengujian (menit)
|
|
30
|
30
|
|
60
|
60
|
|
90
|
90
|
|
120
|
121
|
E. Pengujian Sistem Keseluruhan
Pengujian
sistem keseluruhan dilakukan untuk menguji apakah parameter yang sudah
ditentukan dapat di aplikasikan pada alat dan sudah sesuai dengan yang diinginkan.
Pengujian keseluruhan sistem tentu
menggunakan motor AC 1 phase sebagai
keluaran dari alat penyamakan kulit kelinci ini. Hasil yang diharapkan adalah
motor dapat berjalan sesuai waktu yang diharapkan. Data hasil pengujian dapat
dilihat pada Tabel 4 dan Tabel 5.
|
Waktu yang
diinginkan (menit)
|
Uji I (menit)
|
Uji I (menit)
|
Uji I (menit)
|
Uji I (menit)
|
|
30
|
31
|
31
|
31
|
31
|
|
60
|
62
|
61
|
62
|
62
|
|
90
|
93
|
93
|
92
|
92
|
|
120
|
126
|
124
|
124
|
125
|
|
Proses
|
Proses Penyamakan
|
Uji I
|
Uji II
|
Uji III
|
Uji IV
|
|
Pencucian
|
15
|
16
|
16
|
15
|
16
|
|
Perendaman
|
60
|
62
|
61
|
62
|
62
|
|
Penguatan Bulu I
|
90
|
93
|
92
|
92
|
93
|
|
Penguatan Bulu II
|
30
|
31
|
32
|
31
|
31
|
|
Penguatan Bulu III
|
10
|
11
|
11
|
11
|
11
|
|
Pengasaman Bulu I
|
10
|
11
|
11
|
11
|
10
|
|
Pengasaman Bulu II
|
10
|
11
|
11
|
11
|
11
|
|
Pengasaman Bulu III
|
10
|
11
|
11
|
11
|
10
|
|
Tanning I
|
120
|
125
|
124
|
125
|
126
|
|
Pencucian
|
20
|
22
|
21
|
21
|
21
|
|
Tanning II
|
30
|
32
|
31
|
31
|
31
|
|
Netralisasi
|
20
|
21
|
21
|
21
|
22
|
|
Peminyakan
|
90
|
93
|
92
|
92
|
92
|
Maka dapat disimpulkan
bahwa sistem instrumentasi terdapat
delay waktu dalam menjalankan alat
instrumentasi penyamakan kulit. Saat menjalankan proses penyamakan di atas 60
menit memiliki rata rata waktu delay
2 menit 8 detik dengan melakukan pembulatan menjadi 3 menit. Saat
menjalankan proses penyamakan di
bawah 60 menit memiliki rata rata waktu
delay 1 menit 1 detik dengan melakukan pembulatan menjadi 1 menit.
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
1.
Alat instrumentasi
kulit kelinci telah dirancang dan dibuat dengan kontrol embedded system dengan menggunakan ATMega32. Dibuat dengan
menggunakan push button dan keypad sebagai masukan data dan navigasi
antarmuka antara alat dan user.
2. Arus masukan driver
relay bernilai di atas 0,958 mA untuk mengaktifkan transistor dalam keadaan
saturasi.
3. Pembuatan perangkat lunak sebagai pemroses data dari
alat instrumentasi telah berjalan. Pada menu
mode pilih perangkat lunak menampilkan 13 proses dari penyamakan kulit
kelinci dan menjalankan proses sesuai waktu yang dibutuhkan. Pada menu menu
pilih pun perangkat lunak bisa bekerja sesuai dengan data yang dimasukkan
secara manual oleh user melalui keypad.
4.
Memiliki waktu delay dalam menjalankan sistem keseluruhan. Proses prose penyamakan
di atas 60 menit memiliki rerata waktu delay
2 menit 8 detik mendekati 3 menit. Proses
proses penyamakan di bawah 60
menit memiliki rerata waktu delay 1 menit 1 detik dengan melakukan pembulatan
menjadi 1 menit.
B.
Saran
Perancangan dan pembuatan alat ini masih
memiliki banyak kekurangan. Diperlukan
kajian lebih lanjut tentang tampilan display
yang lebih memudahkan.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] Purnomo,E. 1985. Pengetahuan Dasar Penyamakan Kulit. Diktat Kuliah. Akademi
Teknologi Kulit. Yogyakarta.
[2] Judoamdjojo, R. M,
1980. Dasar Teknologi dan Kimia kulit. Departemen
Teknologi Hasil Pertanian. Fatemeta, IPB. Bogor.
[3] Triatmojo,
Suharjono. 2003. Teknologi Pengolahan Kulit Sapi. Yogyakarta. Citra Aji Parama.
[4] Istianto, Jazi Eko. 2005. Embedded System: Hardware or Software. Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada.
[5] Mazidin,
Ali Muhammad, 2007, The 8051 Microcontroller and Embedded System Using Assembly
and C (English) 2nd Edition. Pearson India.
[6] Atmel. 2011. ATMega32A 8-bit Microcontroller with 32Kbytes In-System Programmable
Flash.
www.atmel.com/Images/Atmel-8155-8-bitMicrocontroller-AVR-ATMega32A_Datasheet.pdf.
Diakses tanggal 10 Oktober 2014.
[7] Vishay.
2012. LCD-016N004B.www.vishay.com. diakses tanggal 2 November 2014.
[8] Omron.
2009. PCB Relay G2RL.www.omron.com. diakses tanggal 5 November 2014.
[9] Texas Instrument. 2003. µA7800 Series Positive-Voltage Regulators. www.sparkfun.com/ datasheets/Components/LM7805.pdf. Diakses tanggal 12 November 2014.
[10] Ramdhani, Mohamad. 2008. Rangkaian Listrik. Bandung: Erlangga.
[11] Philips Semiconductor. 1999. NPN Power
Transistors.www.datasheetcatalog.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2014.