Dari Keramahan,Kesederhanaan,hingga Jujurnya Pantai “GILI KETAPANG”
Sabtu 12 oktober 2013 sy dan teman
sy melakukan perjalanan yang menurut sy adalah pelarian sejenak dari kehidupan kampus yang memang saat itu
sebulan sebelumnnya penuh dengan ke-tai-an
yang ga tertolong. Mulai dari praktikum, tugas, proker himpunan, cinta dsb…
saat itu memang kita berniat u/ lari dari kenyataan yang membuat otak ini
berasa penuh dengan pikiran pikiran yang sebenarnya itu pantas atau tidak sy
pikirkan. Kenapa sy harus lari? Knp ga dihadapa dan diselesaikan? Jadi izinkan
sy u/ beralasan… :)
Sy memilih lari karena berniat u/
melepaskan sejenak kepenatan yang ada di otak ini biar fresh, bisa ngerenung, bisa menata strategi u/
menghadapi kehidupan nyata itu. Dan menurut sy percuma ngejalanin semua jika
tanpa rencana dan strategi, kalo kata orang mundur selangkah u/ berlari atau
bahkan melompat u/ menghadapi semua. Kenapa bahasannya jadi serius gini???
Hahahaha
Dan kenapa gili ketapang? Pertama,
sy orang probolinggo meskipun kabupaten sih tapi saya belum pernah ke pulau ini
padahal kalo buka google ttg pulau ini kerennya pecah, jadi sy memilih pulau
Gili Ketapang u/ tujuan destinasi wisata sy. Kedua. Mencari tempat dimana orang
belum tau dengan jelas ttg suatu tempat tapi kerennya sama dengan tempat yang
lain. Kayak contoh Bali, Bali emang keren tapi Bali bahkan sangking banyaknya
orang yg pernah kesana sampe ke-kerenan Bali tu udah hal biasa, krn banyak
orang tau bahwa Bali itu ya….seperti yang kalian tau. “eh lo tau ga ada pantai
baru di Bali yang masih jarang orang kesana, dan itu keren banget|yaelah broo,
dari dulu pantai di Bali emang keren kale,biasa aja (straightface: ON). Nah itu
alesan kenapa sy memilih pulau Gili Ketapang, menurut sebagian orang pantainnya
keren tapi belum banyak orang yang emang pernah kesana. Intinya mau beda sama
yg lain lah kira kiranya. Yang ketiga budget sy dn temen saya mepet abissss,
sementara otak udah demo pingin vacation, tapi yaudahlah budget ga seberapa
dipikirin yang penting otak bisa fresh.
Jadi pulau ini masih termasuk
bagian dari Kabupaten Probolinggo Kecamatan Sumberasih Provinsi Jawa Timut
Negara Indonesia tercinta dengan jumlah penduduk kurang lebih 10.000jiwa
(sensus 2009), luas wilayah 68ha, sebagian besar berasal dari suku Madura yang
sebagian berprofesi sebagai nelayan. Jadi kita berangkat jam 12siang dari
malang cuman berdua sj, bukan karena kita pasangan homo yg mau liburan, tapi
memang karena temen2 yang lain sdh punya rencana liburannya masing masing jadi
yasudahlah kita berangkat berdua. Naik spd motor dari malang selama kurang
lebih 3jam teremasuk sholat, makan, pup, ke pelabuhan Tanjung Tembaga Kota
Probolinggo (penduduk sekitar bilangnya Pelabuhan Mayangan.red) lalu Tanya aja
ke orang disana dimana tempat u/ menyeberang ke pulau Gili Ketapang, nanti
pasti diarahkan ke suatu tempat dimana kalian bisa menemui perahu motor yang
mengantarkan kalian ke pulau tersebut. Perlajanan perahu motor hanya dengan
tarif local dengan harga 5rebu rupiah aja kita bisa nyebrang. Kalo kalian ada yang
naik motor spt kita ke pulau Gili Ketapang tenang aja, ada penitipan sepeda
motor dan mobil di dekat dermaga sana dengan tariff 7rebu rupiah/malem itupun
kalo kalian mau bermalam di pulau tsbt. Mending dititipin di dermaga daripada
bawa motor kalian ke pulau tersebut dengan alesan RIBET! Udah titik gak pake
embel embel, tapi inget kunci ganda kendaraan anda dan jgn lupa tetap bawa
harapan kalian jgn ditaruh di spd motor, krn itu harapan bukan helm.
Perjalanan selama menyebrang
sekitar 1jam waktu standartnya, waktu itu kami menyeberang dengan waktu yang
tidak standart yaitu selama 1,5jam karena ombak saat itu lagi besar besarnnya,
nanti kalian akan ngeliat videonya. Waktu yang tepat u/ menyabrang pagi hingga
siang karena ombak dan anginnya belum begitu kencang, apalagi saat itu
probolinggo masih dilanda angina gending, apa itu angin gending, cek aja di
google. sekitar jam setengah5 sore sampai di dermaga pulau Gili Ketapang kami
langsung menuju pantai barat pulau ini u/ melihat sunset J. Dari dermaga ke ujung
barat pulau mungkin hanya sekitar 15 menit dan kalian akan menemukan surge
tersebut J.
Ini penampakannya :
Detik detik sebelum terbenam ke peraduannya.
Senjapun mengalah pada tinggi gunung.
Sebagai tamu yang baik kami ijin
dong sama empunya pulau yaitu Kades (Kepala Desa.red) setelah muter muter di
dalem kampung dan Tanya kesana kemari akhirnya dapet rumah pak Kades selain
ijin bertamu kami juga mengadu nasip kepada beliau untuk menanyakan kejelasan
kami akan berteduh dimana mala mini, YAP! Tepat kami traveller yang ga
merencanakan akan tidur dimana saat itu, selama ada masjid atau kantor lurah
kami merasa aman. Namun pak Kades berkehendak lain beliau mengijinkan saya u/
tinggal di rumah adiknnya di dekat dermaga pulau ini. Tepat tak disangka tak dirancang
kita tidur di depan rumah yang langsung menghadap laut coyyyJ. Setelah beliau
melakukan koordinasi dengan adiknya akhirnya kami diantar oleh beliau ke
kediaman adiknya naik motor dan bonceng 3, tidak ada polisi yang menilang tanpa
helm tidak ada plat nomor motor krn akses pulau ini hanya pake perahu motor
yang beroprasi hingga jam 8malam jadi tidak mungkin ada berita kehilangan motor
kalo kehilangan harapan itu mungkin aja, namanya juga harapan, tidak ada balap
liar, tapi yg ada macet!!! Yess
macet, karena ada hewan liar disini yaitu kambing! Kalian gak salah baca, hewan
liar disini adalah kambing, sangking liarnnya waktu kami menunggu pak kades
dirumahnnya kaki kami dilewati kawanan kambing yang lagi cari makan, kalo
diluar kucing yang liar kalo dipulau ini kambing! Kambing disini dilepas gitu
aja terserah dia mau makan apa, plastic, kertas, uang, dsb suka suka kambingnya
aja mau makan apa namanya juga pilihan hidup kambing, sy bisa apa? Kambing
kambing disini ada pemiliknnya namun memang tidak dikandangkan cuman diberi
kalung atau cat pylox sebagai penanda siapa pemiliknnya. Dan mungkin juga sodara
dari raditya dika ada disini.
Sampe dirumah adiknnya pak kades,
kami seperti biasa melakukan aktifitas seperti yg rakyat Indonesia lainnya lakukan
yaitu Nongkrong, ngobrol, bicara yang pasti ditemani oleh makanan kecil dan
kopi J.
Jangan ngaku nongkrong kalo belum dapet wawasan dan hasil info info baru, maaf
sy lupa nama narasumber sy kali ini dan yg jelas orang ini masih saudara dari
pak Kades. Dan dari perbincangan ini yg didapatkan adalah ada tempat yang namanya Goa Kucing yang
dimana konon katanya dari kabar masyarakat sekitar adalah tempat peristirahatan
dari Syech Maulana Ishaq yang
menurut terawangan sy adalah beliau pemuka Agama lah pada saat itu. Kenapa
dinamakan Goa Kucing karena zenma (partner travlling sy.red) ingin mencari
kumisnya yang hilang mengakibatkan kejantanannya yang ikut hilang. Engga
bcanda, jadi dulu waktu saat nelayan itu pergi u/ melayan, terdengar suara
adzan ditempat ini, padahal di tempat ini jauh dari masjid dan tidak ada
pengeras suara, namun suara Adzan terdengar sangat keras dan ga mungkin ada
seseorang yang berteriak melakukan Adzan dengan suara sekeras itu dan terdengar
sangat jauh dari pantai. Dan saat nelayan itu mendekati tempat itu banyak
sekali kucing berkeliaran di Goa tersebut dan
penduduk sekitar hingga saat ini
tidak mengetahui darimana datangnya kucing kucing tersebut. Sementara saya
sendiri saat berkunjung ke pulau ini hanya melihat 4ekor kucing yang ada,
selebihnya kambing dan ayam. Dipulau ini juga sudah ada BTS dari Telkomsel,
Indosat, dan XL jadi jangan kwatir kalian ga bakal bisa update status di
jejaring yg kalian miliki. Air disini juga sudah memakai PDAM mulai tahun 2007
yang saat itu yang memperjuangkannya adalah Alm.
Adjie Massaid yg saat itu pula menjabat sebagai DPR Kabupaten Probolinggo (
maaf info u/ jabatan beliau kurang valid cek sendiri di google deh). Kenapa sy
menyebut tokoh karena sy merasakan kegembiraan dari narasumber dan pahitnnya
ditinggalkan oleh sosok beliau, dan memang narasumber ini ingin kita
menyebarkan ttg aksi beliau terhadap pulau ini.
Ada 2 masjid besar disini yang salah satu masjidnya dibangun dengan biaya
swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pemerintah sepeser pun yang dananya
hampir sekitar 2 Milyar!!! WOW bgt ga tuh? Dana swadaya didapat dari swadaya
masyarakat sekitar 500-600ribu/hari dan mencapai 40-6jt/minggu. Nah uniknnya
saat pembangunan masjid ini berlangsung banyak ditemukan kerangka kerangka
mayat dibawah tanah saat membangun pondasi dari masjid ini, dan mayat mayat
tersebut berada dalam semacam guci besar yang didalamnnya itu terdiri dari
beberapa mayat, dan waktu membangun ini ditemukan beberapa guci besar yang
ditemukan, namun penduduk yang kerja bakti disini tidak merasa takut dengan
tengkorak tengkorak tersebut justru senang karena kalau ditemukan guci guci tersebut disekitar
situ pasti ditemukan barang barang antic pula. Banyak barang barang yang
ditemukan warga pada saat membangun pondasi. Yap benar anggapan kalian salah,
orang orang sini sebenarnya penduduk disini banyak duit namun memang hidupnnya
sederhana dan tetep low profile J.
Masalah listrik disini masih dengan system 12-12 jadi 12 nyala (6petang-pagi),
dan 12 jam mati. Masih diupayakan agar di pulau Gili Ketapang ini listrik dapat
nyala selama 24jam. AMIN…
Setelah melakukan perbincangan yang
renyah dan gurih kami memutuskan untuk mencoba bermalam minggu menyisiri pantai
dipulau ini. Malam minggu dengan langit
malam yang cerah berjalan ditepi pantai berdua, tapi sayang sama cowok!
KAMPRET! Untuk sy bisa menahan ego u/ mengontrol nafsu, kalo engaak behhhhhhh
jadi dah tuh adegan adengan yang dimulai dari pegangan tangan trus mulai
mendekat, mata saling bertatapan………………………………….HUSH! kenapa jadi bayangin
gini??? Ada kejadian dimana hampir selama 8tahun sy tidak mengalaminnya dan di
pulau ini sy mengalaminnya lagi, apa itu? Ngeliat bintang jatuh coyyyy!
Sekarang bayangin, jalan di tepi pantai dengan malam cerah sunyi dan gelap jauh
dari polusi cahaya bintang dimana mana, anginnya berbisik ditelinga menyusuri
seluruh badan bintang kelap kelip kayak lampu di gang dolly pas ngeliat liat
keatas ada bintang jatuh dan ekornnya panjang. Dan itu terjadi kayak ada di
depan mata kalian..WOW EPIC bgt sobbbb…..
Jalan ke ujung telatan pulau ini
yang gelap semakin gelap dan kami memutuskan putar balik dan menyusuri jalan
perkampungan. Dari pertama kita di perahu sore tadi sampe malem pas kita jalan
jalan ini rahang sampe capek balas senyum dari penduduk sekitar, kita datang
kesana itu udah kayak bule asing yang diliatin, ga cuman diliat pasti ada
lemparan senyum dari mereka. Terserah kalian ini lebay atau hiperbol tapi kami
udah mengalaminnya dan kami mengakui masyarakat disini sangat ramah dan welkam
sama tamu yang datang ke pulau mereka. Sepanjang perjalanan banyak penduduk
disini yang menonton bola karena saat itu Timnas Garuda Muda sedang melawan apa
gitu lupa musuhnya. Jadi mereka nobar dibeberapa titik, selain pemandangan
nobar mereka tivi tivi yang sedang menyala didalam rumah itu kebanyakan
penduduk sedang melihat INDOSIAR, itu film ttg
animasi hewan hewan ttg cerita legenda gitu deh yg umum acara di
Indosiar . yang kedua itu SCTV acara acara anak sinetron anak muda yang
kerjaannya saling iri dan benci gitu lah, dan yg terakhir RCTI krn sedang
tampilin bola saat itu, meskipun ga nyiarin bola tapi ramalan saya RCTI akan
tetap banyak penikmatnnya kan ada acara kisah tukang bubur naik haji 2x yang
penuh dengan masalah ke iri iri an para tetanggannya. Nah anak muda di pulau
ini ngapain??? Anak mudanya tetep sob, naik motor keliling kampung dengan jalan
kampung sekitar 1.5meter beriringan layaknnya geng motor yang ada dikota kota.
Ada juga pemuda yang duduk di seperti warung kopi dan pos kamling sambil ribet
dengan gadget mereka. Kalo lagi di pantai selatan pulau ini angina kencengnya
ampun, kalo di utara anginnya sepoi krn yang selatan anginnya ke utara ditambah
lagi lagi musim angina gending di Probolinggo. Keseluruhan malem minggu di
pulau ini sangat tenang, ga ada riuh yang macem macem, dan PAS! Untuk kami yang
lagi stress sama kehidupan kita. Jadi di pulau ini tu kayak kita mau nenangin
diri dari himpitan aktifitas deh yang bener bener relax dengan angin, malam
cerah. Malem minggu ini berakhir dengan duduk dan terlentang di dermaga pulau
ini dengan nyanyian alam ngeliatin bintang bintang dilangit cerah,tapi tetep
masih sama zenma K
Hari kedua :
Kita bangun sedikit kesiangan pagi ini, kami terlambat
bebrapa menit untuk menikmati sunrise di
pulau ini, kami bangun dan menuju pantai timur dari pulau ini dengan spot yang
amazing u/ ngeliat pemandangan pagi.
Matahari sudah terbang beberapa cm dari pandangan kami dari garis horizon
pantai angin tetap sepoi sepoi pagi ini, nyanyian alam masih mengalun
indah,suara angina, burung camar, deru ombak, desir pasir dan kentut pagi kita
yang beradu, dan kentut itu masih termasuk suara alam.
Mau ngeliat seperti apa pemandangannya? Berikut :
Setelah menikmati sunrise kita langsung menuju Goa Kucing
tempat yang dikeramatkan dipulau ini untuk mencari kumis zenma yang hilang.
Kami berhasil menemukan Goa Kucing ini, jadi Goanya ada 2buah yang dalemnnya
itu saling menyatu (GOA AJA MENYATU MASAK KITA ENGGAK???). oke itu curcol. Dan
kedalaman sekitar 1 meter dan diameter lubang goa sekitar setengah meter dan
memang benar tidak ada kucing didalam situ. Setelah zenma kecewa tidak dapat
menemukan kumisnnya kita memutuskan untuk membuang kekecewaan itu dengan Lompat
ke pantai dari Dermaga J
kami kembali kedermaga dan melakukan hal yang terlihat sangat aneh dari penduduk
sekitar, dan kami gak perduli karena air dipantai ini kayak target pacar ku
coyyy….beninggg abeesssss,kalo ga percaya liat videonnya. J
Setelah berjam berenang dan lompat dari dermaga ke air kami
menutup perjalanan kita kali ini dengan hasil sangat terpenuhi. Otak
kembali fresh setelah ngeliat
pemandangan alam yang epic parah mulai dari pantai hingga gunung yang tampak
dari kejauhan. Batin social sy lebih terbuka setelah merasakan
kesederhaaan,keramahan,keterbukaan, kerendahan hati dari penduduk sekitar. Saat berdiam di dermaga semalam sy sudah
mengatur strategi apa yang harus saya lakukan besok besok dan besok. Alam dan
Interaksi social yang membuat saya banyak belajar. Dan dari sini kehidupan nyata
saya siap hadapi J.
TERIMA KASIH GILI KETAPANG ATAS CARA PENDEWASAAN DIRI YANG
DIAJARKAN MELALUI ALAM DAN KEHIDUPAN SOSIAL DI DALAMNNYA, TERIMA KASIH.
Tempat meneduh semalam di pulau Gili Ketapang.
Terima kasih u/ Pak Yayan sekeluarga yang memberi kami
tumpangan berteduh.
Tempat yang dikeramatkan GOA KUCING GILI KETAPANG
Keramahan warga dipagi hari dengan sepeda motor tanpa plat nomor
yang khas dari pulau ini.
Aktifitas warga lengkap dengan kambing liarnya.
SEKIAN :)



Maaf jika kami tak turut serta menyambutmu.
ReplyDeleteMaaf jika kami tak turut serta menyambutmu
ReplyDelete